
Hatchery Vaccination adalah suatu inovasi teknologi dimana vaksinasi yang dilakukan di hatchery dengan menggunakan peralatan dan vaksin tertentu.
Kenapa Vaksinasi di Hatchery dilakukan?
- Potensi genetik ayam yang terus meningkat. Dimana pertumbuhan bobot badan lebih pesat, akan tetapi pertumbuhan organ kekebalan tubuh terdepres. Sehingga perlu peningkatan ketahanan tubuh ayam lebih baik.
- Perubahan Iklim berpengaruh ke kondisi ayam, sehingga perlu minimalisir efek stress pada ayam.
- Perkembangan sistem housing/perkandangan menjadi Closed House dengan kapasitas populasi besar dan efisiensi tenaga kerja kandang. Secara tidak langsung menimbulkan kesulitan proses vaksinasi konvensional.
- Kontrol aplikasi dan dosis lebih akurat karena vaksinasi dilakukan di satu tempat dan menggunakan mesin yang lebih canggih.
- Peningkatan kualitas dan value salable doc untuk Hatchery. Doc yang tervaksin di hatchery mengalami seleksi ulang saat divaksin, dan harga doc tervaksin lebih menguntungkan pihak hatchery.
- Kompetisi antar suplier vaksin, yang memberikan servise penjualan vaksin sampai di ayam dan monitoring hasil vaksinasi.
- Kebijakan pemerintah tentang non-AGP, berdampak pada usaha untuk optimalisasi managemen di farm, evaluasi vaksinasi ketat, & biosecurity.
Vaksinasi hatchery di Indonesia sudah berlangsung kurang lebih satu dekade dan dilakukan untuk doc broiler. Namun beberapa tahun belakangan ini sudah mulai dilakukan untuk doc layer. Meskipun ada beberapa perbedaan mendasar dalam macam vaksin yang dilakukan.
Program Vaksinasi yang dilakukan di doc broiler dengan vaksin awal in hatchery adalah sebagai berikut :
|
Umur |
Vaksin |
Aplikasi |
Lokasi |
|
1 hari |
ND-IB live |
spray |
Hatchery |
|
ND killed/ ND-AI killed |
suntik Subcutan leher |
||
|
IBD live |
suntik Subcutan leher |
||
|
12-14 hari |
ND live booster |
air minum |
Farm |
Program vaksinasi konvensional broiler:
|
Umur |
Vaksin |
Aplikasi |
|
4 hari |
ND-IB live |
tetes mata |
|
|
ND killed/ ND-AI killed |
suntik Subcutan leher |
|
14 hari |
IBD live |
air minum |
|
21 hari |
ND live booster |
air minum |
Dari 2 tabel program vaksinasi diatas telihat jelas bahwa program vaksinasi di doc broiler yang sudah tervaksin di hatchery memberikan lebih banyak efisiensi dan keuntungan.
Komponen Vaksinasi Hatchery :
- Vaksin dan teknologinya.
- Peralatan/ mesin vaksinasi.
- Operator dan kontrol proses vaksinasi.
VAKSIN untuk vaksinasi hatchery
- Vaksin inject/ suntik
Vaksin yang digunakan adalah vaksin ND Killed atau ND-AI Killed, dan IBD/Gumboro Live yang disuntikkan secara bersamaan.
Kriteria vaksin vaksin ND Killed (Sanavac ND K, Sanavac ND G7) atau ND-AI Killed (Sanavac ND-AI, Sanavac ND G7 AI Plus) yang digunakan untuk vaksin di doc adalah vaksin dengan high concentration atau dengan dosis rendah tapi sudah mampu memberikan respon kekebalan yang optimal untuk hidup ayam.
Untuk vaksin Gumboro : Vaksin khusus yang aman diberikan untuk DOC dan tidak menimbulkan interfensi dengan MAB. Umumnya ada 2 jenis vaksin :
1) Recombinants vaccine - rHVT-IBD. Vaksin yang dibuat dengan memasukkan gen VP2 virus IBD kedalam genom HVT sebagai vector vaksin. Aplikasi injeksi SC/ IO.
2). Immune Complex vaccine . Vaksin IBD dengan campuran strain intermediate plus dengan antibody tertentu. Aplikasi : SC/ IO
Aplikasi menggunakan mesin injector double syringe secara subcutan atau dengan mesin injek in-ovo. Vaksinasi killed bertujuan untuk menginduksi respon imun spesifik terhadap agen infeksius baik secara primer yaitu membentuk antibodi dan sekunder yaitu sistem CMI (Cellular Mediated Immunity).
- Vaksin Spray
Vaksin yang digunakan adalah vaksin ND-IB live (Sanavac LSH120, Sanavac Clone/H120) yang diberikan secara spray dengan menggunakan cabinet spray, dengan ukuran tetesan 137-300 mikron (coarse spray).
Vaksin Live bertujuan untuk memberikan kekebalan lokal di saluran pernafasan atas ayam.
Kesuksesan Vaksinasi di hatchery didukung oleh:
- Teknologi vaksin
- Teknologi Peralatan (mesin)
- Pantauan Proses vaksinasi di hatchery
- Monitoring kesuksesan vaksinasi hatchery di level farm berdasarkan status epidemiologi penyakitnya.
Adv: PES (Technical Support)
